Proyek Hantu Dibangun di Depan Kantor Bupati PALI

PALI – Menelusuri jejak pekerjaan kontruksi tak bertuan atau proyek “hantu” di Bumi Serepat Serasan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Provinsi Sumatera Selatan, sebuah proyek konstruksi Pembangunan yang belum jelas untuk apa, menyisakan bahwa ada aktivitas tanpa identitas yang jelas.

Kamis, 25 Juli 2025, pukul 17:10 WIB, itu menjadi saksi upaya tim media menelusuri tempat di mana alat berat Excavator pengerukan tanah di lapangan depan kantor Bupati PALI membentuk seperti jalan melingkar dan bertingkat.

Pemandangan di lokasi menunjukkan hasil dari pengerukan yang masif. Sebuah alat berat, ekskavator,di tengah lokasi, mengisyaratkan bahwa pekerjaan besar baru akan segera dimulai. Namun, pada waktu kunjungan itu, keheninganlah yang merajai, tanpa ada pekerja pun yang terlihat selain Operator Excavator.

Proyek ini, yang oleh beberapa pihak dijuluki sebagai proyek “siluman”, ada juga yang menyebutnya proyek “hantu” menarik perhatian bukan hanya karena skalanya, tetapi juga karena misteri yang menyelimutinya.

“Tidak ada plang proyek, penanda transparan yang seharusnya menjadi jaminan akuntabilitas pemerintah dalam setiap penggunaan anggaran negara. Ketiadaan informasi ini menimbulkan pertanyaan besar: instansi mana yang bertanggung jawab atas pekerjaan ini?

Upaya tim media untuk menggali informasi lebih lanjut membawa mereka untuk mengkonfirmasi Sekertaris Daerah Kartika Yanti SH.MH, karena lokasih Pekerjaan tersebut di areal kantor Bupati PALI, namun belum ada jawaban sampai saat ini.

Tim awak media pun merasa kurang puas lalu langsung mengkonfirmasi Erik selalu kepala ULP, Jawabannya pun bikin tambah membingungkan dan mengatakan tidak mengetahui itu pembangunan apa soalnya kalau di data LPSE pelelangan proyek di ULP tidak ada daftarnya.

Tak cukup disitu awak pun mengkonfirmasi pejabat dinas PUTR Kabupaten PALI Hilmansyah selaku Sekdin di Dinas PUTR namun lagi lagi bungkam seribu bahasa, kemudian juga mengkonfirmasi ke dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PERKIM) Jeffran Azsyapputra, ST. mengatakan tidak tau terkait proyek apa dan yang pastinya bukan proyek dari dinas PERKIM,

Ketidakpastian ini semakin mempertegas sifat “siluman atau hantu” nama dari proyek tersebut, di mana pekerjaan tersebut tidak ada papan proyek pemberi informasi yang menegaskan pekerjaan tersebut dari dinas mana dan perusahaan mana yang mengerjakan, serta berapa besar nilai anggaran nya.

HS, ST.MT pun menyoroti absennya plang proyek, sebuah detail krusial yang ia anggap sebagai bukti minimnya transparansi. “Apalagi plang proyek sebagai bentuk transparansi pemerintah dalam mengelola keuangan negara melalui kegiatan ini tidak ada sama sekali di sepanjang lokasi pekerjaan,” tegasnya.

Proyek ini menjadi sebuah narasi ironis tentang pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat, namun dilakukan di bawah selubung ketidakjelasan, menyoroti tantangan transparansi dalam pelaksanaan proyek infrastruktur di daerah, jelasnya.

Namun, di sisi lain, misteri ini semakin dalam semakin memperkeruh identitas proyek, meninggalkan tanda tanya besar mengenai siapa sebenarnya yang bertanggung jawab dan membiayai pembangunan skala ini, Ungkapnya.

Proyek tidak bertuan adalah situasi yang berbahaya dalam proyek konstruksi. 
Penting untuk memastikan bahwa setiap proyek memiliki pemilik yang jelas, manajemen yang baik, dan kontrak yang transparan untuk menghindari berbagai masalah yang mungkin timbul.

“Proyek tidak bertuan” dalam konteks proyek konstruksi mengacu pada proyek yang tidak memiliki kejelasan siapa pemilik atau penanggung jawabnya, atau proyek yang tidak memiliki manajemen proyek yang jelas. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk keterlambatan, kualitas rendah, dan pemborosan sumber daya, tutupnya.

Hingga saat berita ini diturunkan, tirai misteri proyek “siluman” atau
proyek “hantu” belum sepenuhnya terbuka. Tim media masih terus berupaya mengumpulkan informasi dan data-data yang lebih akurat, serta mengonfirmasi kepada pihak-pihak terkait lainnya, berharap bisa menyingkap tabir di balik pembangunan yang senyap namun masif ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *