Artikel ini kiriman Oleh: Nazwar, S. Fil. I., M. Phil. (Penulis Lepas Lintas Jogja Sumatera)
SEPUTAR SUMSEL, ARTIKEL – Akhir zaman sebagai masa menjelang zaman akhir kehidupan dunia yang berujung kehancuran segalanya. Rusaknya berbagai sendi kehidupan berikutnya alam semesta secara keseluruhan menjadi akhir dunia sesungguhnya. Secara fisik, akhir zaman sebagai akhir kehidupan dunia merupakan puncak kehancuran, itulah yang disebut Hari Kiamat.
Masa mendekati kehancuran kehidupan yang disebut kiamat, dikenal dengan istilah tanda-tanda kiamat. Tanda-tanda kiamat adalah berbagai peristiwa dan kejadian yang menunjukkan kehidupan sedang mendekati masa kehancurannya. Tidak dalam arti kehancuran yang sesungguhnya, namun masa ini menjadi indikasi bahwa kiamat semakin dekat. Berbagai kerusakan dari berbagai sisi kehidupan manusia nampak semakin jelas, yaitu dari moral, fisik dan non-fisik.
Jika segi fisik berupa tanda-tanda nyata yang terjadi di alam semesta, moral adalah rusaknya cara berkehidupan manusia dan merebaknya kebodohan dan kejahatan, adapun dimaksud dengan non-fisik tersebut berupa kerusakan yang terjadi pada sisi jiwa atau bagian terdalam dari diri manusia. Kondisi kejiwaan dalam diri manusia akhir zaman dalam menghadapi berbagai fenomena moral dan fisik yang tidak biasa sebagaimana biasanya namun masih belum banyak diulas serta menarik sebab jarang yang memberi perhatian dan sedikit pengungkapan atasnya.
Jiwa mengalami kehidupan dan kematian seiring itu jiwa mengalami tumbuh atau berkembang. Dalam skala usia, jiwa mengalami masa kanak-kanak, dewasa dan tua. Jiwa bertumbuh sebagaimana fisik juga bertumbuh. Jiwa juga mengalami pengembangan dalam kondisi muda dan sempurna. Kehidupan ala kejiwaan dipengaruhi secara signifikan bahkan hubungannya saking kuat bagaikan satu kesatuan tidak dapat terpisahkan dengan kondisi fisik dan lingkungan di luarnya.
Jiwa sempurna terdapat pada fisik sempurna begitu pun sebaliknya. Kesempurnaan jiwa manusia juga berpengaruh pada tumbuh kembang fisiknya. Namun bagaimana jika suatu jiwa tumbuh kembang dengan lingkungan yang mengalami kerusakan dari kondisi normalnya? Dinamika ini juga tampak pada kondisi fisik yang mengalami kerusakan karena lingkungan yang rusak, semisal cacat karena tragedi atau peperangan secara otomatis berpengaruh pada tumbuh kembang kejiwaan seseorang tersebut.
Ada banyak kejadian yang menjadi bagian dari tanda akhir zaman berupa kerusakan yang tampak jelas jika diperbandingkan dengan kehidupan sebelumnya. Semisal pemimpin-pemimpin dunia yang doyan perang dan rentan menyerukan kekerasan. Tidak mengutamakan kebijaksanaan dan keadilan, para pemimpin tersebut melalui kebijakan dan kekuasaan yang diemban justru tidak segan mengambil sikap arogan dan semena-semena serta melampaui batas semisal, melakukan genosida, blokade suatu bangsa dan lain sebagainya.
Kondisi disebut rusak tersebut kemudian diperparah dengan sikap orang-orang yang tidak menjadi pengikut orang-orang yang berusaha memperbaiki dengan peringatan, ilmu dan hikmah secara otomatis bukan juga pengikut secara an sich ideologi, namun berdasar pada dugaan berupa usaha memperparah kerusakan mengambil bagian dengan cara masing-masing. Dihubungkan dengan tanda-tanda kiamat akan membuat pandangan mereka seolah dibenarkan. Apatisme terhadap realita bagi mereka menyempurnakan segalanya.
Narasi destruktif tidak justru dijeruskan ke dalam jurang dengan sikap beramai-ramai melakukan kerusakan di berbagai segi kehidupan; alam dan moral menjadi momen untuk membangunkan jiwa yang padanya terdapat kerinduan pada puncak kedamaian berupa kesejahteraan dan ketenangan yang tidak lain adalah keadilan dunia sebelum mencapai totalitasnya setelah melewati kerusakan demi kerusakan yang ada. Realita yang berpuncak pada kebenaran yang merupakan kesejatian narasi kebenaran yang sesungguhnya. Bagi sebagian lain, realita memuncak ini adalah klimaks dari jiwa yang sentiasa terjaga dalam ketenangan dan yang menuju ke sana dan senantiasa mengusahakannya(!)








