Pipa Pertamina Timbul setiap Permukaan, Didesa Sungai ibul, Ketua DPC Grib Jaya PALI Angkat Bicara

PALI – Keselamatan warga Desa Sungai Ibul, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kini di Duga terancam. Infrastruktur pipa milik perusahaan migas raksasa, milik PT.Pertamina, dilaporkan muncul ke permukaan tanah (timbul) di sepanjang jalan desa yang padat aktivitas penduduk.
‎
‎Kondisi pipa yang seharusnya tertanam di kedalaman aman ini memicu kekhawatiran akan potensi ledakan atau kebocoran yang sewaktu-waktu dapat terjadi di tengah pemukiman.


‎Gerry Richard kosasih ketua DPC Grib Jaya mengungkapkan bahwa kecemasan ini telah menghantui warga dalam waktu yang cukup lama. Menurutnya, keberadaan pipa aktif yang terbuka tanpa pelindung di area publik sangat berisiko tinggi.
‎
‎”Keresahan ini sudah lama warga rasakan. Jika terjadi apa-apa atau pipa ini bocor, siapa yang akan bertanggung jawab?. Posisinya sekarang berada tepat di tengah pemukiman penduduk,” ujar Gerry Richard kepada awak media, Rabu (18/02/2026).
‎
‎Ia menambahkan, posisi pipa yang berada di bahu jalan membuat material besi tersebut rentan terbentur kendaraan atau mengalami korosi akibat cuaca, yang dapat memicu kerusakan fatal.
‎
‎ketua DPC Grib Jaya mendesak pihak Pertamina untuk segera melakukan normalisasi dengan menanam kembali pipa-pipa tersebut sesuai standar keselamatan migas. Ia tidak ingin pihak perusahaan baru bergerak setelah terjadi musibah yang memakan korban.
‎
‎Selain faktor keselamatan, warga juga mengantisipasi adanya upaya cuci tangan dari pihak perusahaan jika insiden terjadi. Gerry Richard kosasih menegaskan agar perusahaan tidak mencari-cari alasan teknis yang justru menyudutkan warga.
‎
‎”Jangan nanti kalau sudah bocor, masyarakat yang disalahkan. Atau pihak perusahaan menyebut itu sabotase untuk mengelabuhi masyarakat. Kami minta segera ditanam kembali demi keamanan bersama,” tegasnya.
‎
‎Berdasarkan pantauan di lapangan, pipa-pipa tersebut memang tampak menyembul di permukaan tanah di beberapa titik sepanjang jalan desa. Secara teknis, pipa migas yang tidak tertanam sangat rentan terhadap fatigue (kelelahan material) dan sabotase fisik yang tidak disengaja. Berharap Pemerintah Kabupaten PALI dapat turun tangan memediasi masalah ini sebelum jatuh korban jiwa.
‎
‎Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Pertamina di wilayah PALI belum memberikan keterangan resmi terkait rencana penanganan pipa di Desa Sungai Ibul tersebut.
‎
‎

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *