STORY – Cerita di mulai pada tanggal 5 Juni 2025 satu hari sebelum Idul Adha 6 Juni 2025 baru saja bangun dari tidur sekitar pukul 09:00 pagi, seperti biasa saya langsung membuka handphone dan mengecek beberapa notifikasi dari beberapa aplikasi seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, dan mobile Banking dengan harap ada orang salah transfer ke rekening saya.
Hari itu ada rekan kerja menelepon sekitar pukul 07:30 pagi saat saya masih tertidur pulas dengan mimpi indah yang tentunya tidak terjadi pada kehidupan nyata saya, setelahnya langsung saja saya menelpon balik untuk menanyakan ada apa menelpon pagi-pagi sekali.
Sebut saja nama rekan saya ronal
Ozi : “halo kak.. ado apooo…?
Ronal : “Nak ekot UKW dak? siapkan berkas jam 12 siang ini terakhir”
Ronal : “ado retreatnyo jgok di zipur”
Ozi : Sempat terdiam sejenak karena batas waktu yang mepet “iyo kak sebelum jam 12 ku kirim” sambil bergegas mematikan telepon lalu membuka laptop untuk membuat berkas UKW.
UKW adalah singkatan dari Uji Kompetensi Wartawan. Ini adalah sebuah proses penilaian yang dirancang untuk menguji kemampuan dan keterampilan seorang wartawan dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik. Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bertujuan untuk memastikan bahwa seorang wartawan memiliki standar kompetensi yang memadai sesuai dengan profesinya.
Berkas UKW selesai saat jarum jam dinding menunjukkan pukul 11:40 WIB. setelahnya langsung saja saya kirimkan file berbentuk PDF kepada Ronal agar bisa mengikuti UKW tersebut.
Senin, (9/6/2025) Hari Pertama Pendidikan Dimulai.
Tepat pukul 08:30 WIB saya berangkat dari rumah menuju Zipur dengan membawa tas ransel atau kami menyebutnya daypack (sebutan tas kecil untuk pendakian singkat) yang berisikan pakaian ganti serta dokumen persyaratan UKW.
Sekitar pukul 08:50 WIB saya sampai di depan Zipur tepatnya di halaman kantor BNN kota Prabumulih untuk menunggu arahan selanjutnya bersama para peserta retreat lainnya yang tentunya saya tidak tau dari mana asal muasal mereka.
Tak lama menunggu kamipun dipanggil masuk ke dalam komplek militer tersebut untuk melanjutkan proses administrasi dan pengecekan kesehatan.
Dengan kondisi rambut gondrong sebahu saya menunggu giliran untuk melakukan proses administrasi, setelah proses demi proses administrasi dilakukan kamipun diarahkan menuju ke tenda tempat kami akan bermalam dengan berbaris rapih di bimbing oleh anggota TNI-AD.
Setelah sampai di tenda atau barak kami di instruksikan untuk istirahat sejenak sambil menunggu para peserta lainnya, saat itu suasana masih normal, masih bisa bercanda, bergurau atau dalam bahasa Palembang sebutannya berkelakar sesama peserta lain yang mulai saling berkenalan.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11:50 WIB kami pun di arahkan untuk salat dzuhur berjamaah di Masjid Nurul Falah Komplek Yonzipur 2 sambil berbaris rapih.
Sesudah melaksanakan salat dzuhur kami kembali menuju tenda atau sebutan akrabnya hotel bintang lima, setelah kembali ke hotel kami di perintahkan untuk mengganti pakaian yang telah diberikan pada saat melakukan administrasi.
Para peserta sudah berpakaian seragam dan disini awal suasana mulai berubah, rambut saya yang awalnya gondrong mau tidak mau harus di potong pendek mungkin hanya menyisakan rambut sekitar 2 CM begitu juga peserta lainnya.
Cerita akan berlanjut.







