Aliansi Wartawan Muratara Gruduk Kantor DPRD

Seputarsumsel.co.id – Muratara – Bobroknya tata cara pembayaran dan pengelolaan anggaran publikasi (media) di sekretariat dewan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) menjadi sorotan Ketua Aliansi Wartawan Muratara (AWM).

Tindak lanjut dari itu semua maka Aliansi wartawan Muratara dipimpin langsung Afriansyah wartawan (jurnal sumatera) sebagai Penanggung jawab Aksi dan Hanafia wartawan (Redaksi Jambi) sebagai Koordinator lapangan aksi yang dilaksanakan di Halaman Kantor DPRD Kelurahan Muara Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera Selatan pada,Kamis 07/11/2024.

Orasi damai itu dikawal langsung oleh polres Muratara TNI dan Sat Pol PP Muratara.

Saat di wawancarai Ketua Aliansi Wartawan Muratara Hanafiah Menurutnya, Carut marut anggaran publikasi di sekretariat dewan Kabupaten Muratara di duga ada yang bermain main dengan anggaran publikasi sehingga tingkat kepercayaan wartawan terhadap kinerja Sekretariat dewan Kabupaten Muratara semakin dipertanyakan.

Lanjut hanafiah, bahwa buruknya pengelolaan Anggaran Publikasi di sekretariat dewan Kabupaten Muratara telah berlangsung sejak selama dan menjadi masalah yang serius bagi keuangan Pembayaran ADV serta IKLAN oleh banyak kuli tinta yang Beroperasional di wilayah Bumi “Baselang Serundingan ini.

Disinyalir karena ada nya dugaan permainan Pembayaran anggaran publikasi di lingkungan sekretariat dewan Kabupaten Muratara.

Dalam Orasinya Mantan Aktivis era 2010 itu dengan Tegas mengatakan bahwa, Seharusnya Sekwan dan Jajarannya memperhatikan pentingnya pengelolaan anggaran publikasi,karena Media adalah alat untuk Menyebar luaskan Tentang Daerah, apalagi Muratara adalah salah satu daerah yang Sedang membangun.

“Kebijakan harus segera diubah agar publikasi di sekwan muratara dapat berjalan secara efektif dan efisien,Pembayaran Untuk Media harus transparan dan akuntabel dan seharusnya sekwan prioritaskan wartawan yang aktif di muratara,” tegas Sang Orator.

Lebih lanjut, Hanafia sangat kecewa dengan keputusan sepihak seperti ini dan apa dasar hukum nya sehingga pembayaran media online maupun cetak Per triwulan (TW) sekitar 500 ribu dan ini tidak Rasional bahkan telah mengarah pada Penghinaan Profesi wartawan.

Sebelum Menutup Orasinya Hanafia meminta Sekwan Muratara Meizar Sukarda menyampaikan Secara Terang benderang didepan Para wartawan Perincian Penggunaan Anggaran Media tahun 2024 ini,”Pungkas (Ril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *