Dibully Teman Sekelas Siswi SMP ini Trauma

Aksi Perundungan atau pembullyan di SMP Negeri 3 Gelumbang

SEPUTAR SUMSEL – Viral di media sosial aksi perundungan atau bulliying oleh pelajar SMP Negeri 3 Gelumbang, Muara Enim, Sumsel berinisial V oleh teman sekelasnya berinisial D

Peristiwa itu diketahui setelah video D sedang mengolok-olok V di depan teman-temannya viral di medsos usai kakak korban @jjjough membagikan video bully adiknya tersebut di sekolah yang diduga terjadi saat jam pelajaran kosong.

Video yang diduga direkam oleh teman-teman korban diterima pihak keluarga. Kakak korban mengaku kejadian ini membuat pihak keluarga pilu lantaran korban mengalami trauma akibat dirundung teman sekelasnya.

“Kejadiannya terjadi pada tanggal 23 Juli 2024 lalu, adik saya dirundung oleh teman sekelasnya,” ungkap kakak korban, Sabtu 27 Juli 2024.

Di dalam video tersebut, pelaku berinisial D terlihat mendekati korban. Dirinya menarik hijab korban dan melakukan perundungan secara verlbal. Menurut keterangan kakak korban, pelaku menggunakan kata-kata kasar untuk memaki korban.

“Bahkan dia ajak adik saya ke WC tapi ditolak oleh korban. Tidak ada sedikit pun perlawanan dari adik saya,” jelas dia.

Diduga karena aksi perundungan itu tak ditanggapi korban pelaku pun kesal. Dirinya mulai melakukan tindakan kekerasan kepada korban. Pelaku bahkan menarik hijab korban hingga dirinya terjatuh dari kursi hingga membentur meja.

“Adik saya mengalami memar dibagian dada. Tak sampai disana dia juga dibully dengan cara dimaki-maki sampai di tampar sebanyak dua kali,” jelas dia.

Kakak korban pun merasa miris adiknya menjadu korban perundungan. Dirinya mengaku kecewa tak ada teman-teman korban yang melindungi adiknya tersebut.

“Sebelumnya antara korban dan pelaku ini memang ada selisih paham tapi adik saya tidak terlalu menggubris dan memilih diam. Sekalipun ada perkataan yang salah, tidak pantas melakukan kekerasan apa lagi sampai menampar dua kali,” jelas dia.

Pihak keluarga hanya berharap ada keadilan yang diterima adiknya dan pelaku perundungan. Pihaknya pun berharap sekolah memberikan skorsing agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami ingin ada keadilan buat adik kami,” jelas dia.

Menanggapi kejadian tersebut Polsek Gelumbang masih melakukan penyelidikan lebih dalam mengenai kejadian perundungan tersebut. Namun hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari Polsek Gelumbang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *