Keluarganya Tak Dipilih, Rumah Warga di Empat Lawang Dibongkar Pemilik Tanah

SEPUTAR SUMSEL – Sebuah video yang viral di beberapa media sosial yang memperlihatkan pembongkaran sebuah rumah yang dilakukan warga.

Diketahui rumah tersebut milik seorang warga yang diusir oleh pemilik tanah.

Bacaan Lainnya

Dari informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa itu terjadi di Desa Talang Benteng, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, Sumsel. Rumah itu sendiri ditempati oleh Pihan alias Piuk bersama keluarganya.

Pihan selama ini memang menumpang mendirikan rumah di lokasi milik keluarga seorang caleg DPRD setempat. Namun karena Pihan tidak milih caleg tersebut saat Pemilu, ia lantas diusir.

Kepala Desa Talang Benteng, Edi Irawan, membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, pembongkaran dilakukan secara bergotong royong oleh warga setempat.

“Ya memang benar warga karena yang punya lahan suruh pindah dari tempat itu,” katanya,” Selasa, 20 Februari 2024.

Menurutnya, saat ini Pihan dan keluarga sudah menyewa salah satu rumah milik warga setempat untuk sementara waktu.

“Yang punya lahan itu saudara dari salah seorang caleg,” katanya.

Terpisah, caleg DPRD Empat Lawang dari Partai NasDem, Suprianto, membenarkan kalau caleg yang dimaksud merupakan dirinya. Namun, ia tidak mengetahui mengenai pengusiran tersebut.

“Saya sebenarnya tidak tahu permasalahan tersebut. Itu hanya dibesar-besarkan Kades Talang Benteng dengan mengaitkan nama saya sebagai caleg,” katanya.

Menurutnya, Pihan saat itu diminta oleh seseorang untuk memilihnya pada Pemilu. Namun, tidak dilakukannya, sementara tanah yang ditempati Pihan merupakan milik kakak perempuan Suprianto.

“Karena tidak mau memilih saya saat pencoblosan jadi diusir. Yang mengusir kakak saya, makanya saya sekaligus mau klarifikasi. Itu bukan saya yang mengusir,” katanya.

Suprianto sendiri mengaku tidak marah hanya memperoleh 200 suara dari desa tersebut. Hanya saja informasi yang beredar menurutnya dilebih-lebihkan.

“Dia itu sudah menumpang lebih dari sepuluh tahun di tanah itu, seharusnya secara etika bisa membantu saya. Tapi ini tidak, kakak saya marah jadi menurut saya wajar jika diusir dan diminta pindah ke lokasi caleg yang didukungnya,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *