Kecewa Saat Antrian BBM Di SPBU Rupit

Muratara, Seputarsumsel.co.id – Oknum petugas SPBU di Kelurahan Muara Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) malah mengutamakan pelayanan para pengecer dengan menggunakan Motor gede (MOGE) dari pada pengendara Motor yang normal, Akibatnya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertalite yang bersubsidi Mengalami kelangkaan.

Sedangkan antrian di SPBU Rupit menggunakan 2 (dua) jalur, yakni pengendara motor jalur Normal dan jalur Moge bagi para pengepul.

Wancik Salah satu pengendara motor mengakui, dirinya merasa kesulitan untuk mendapatkan BBM jenis pertalite, menurutnya untuk mengisi motor saja dirinya harus menunggu antri berjam-jam Karna banyaknya penggepul yang menggunakan Moge. Senin, (05/12/22).

“Ini sangat menganggu, aktifitas kami jadi terhambat, Karna pihak SPBU mengutamakan pengepul minyak dengan menggunkan Moge, sehingga minyak jadi terbatas dan cepat habis,”ungkap.

Ia berharap kepada pemerintah dan aparat penegak hukum agar dapat bertindak tegas kepada oknum Pengepul minyak bersubsidi jenis pertalite, dan juga kepada pihak pengelola SPBU terkait khususnya di kelurahan Muara Rupit.

Dari hal tersebut dapat dipastikan penyaluran BBM jenis pertalite oleh pihak SPBU di kelurahan Rupit tidak tepat sasaran, telah melanggar Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2018 tentang Kegiatan Penyaluran Bahan Bakar Minyak, Bahan Bakar Gas, dan Liquefied Petroleum Gas

Pada intinya, Penyalur Retail (SPBU/SPBN/SPBB (Bunker) dan bentuk lainnya) hanya dapat menyalurkan Bahan Bakar Minyak kepada pengguna akhir dan dilarang menyalurkan Bahan Bakar Minyak kepada Pengecer (yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan). (YAN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *