PRABUMULIH, SEPUTAR SUMSEL – Sampah tentunya menjadi persoalan yang serius bagi setiap daerah di indonesia, salah satunya kota Prabumulih yang sangat serius untuk menangani permasalahan soal sampah ini. minimnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya serta mengelola sampah tentunya menjadi awal permasalahan tentang sampah.
Sebagai upaya mengatasi sampah pemkot Prabumulih melakukan sosialisasi dari tingkat paling bawah yaitu RT/RW sampai tingkat camat untuk lebih rutin melakukan budaya gotong-royong membersihkan sampah di lingkungan sekitar terutama daerah aliran sungai.

Di era Kepemimpinan Pj Walikota H Elman ST MM, Kota Seinggok -Sepemunyian ini terus berupaya maksimal menjaga keseimbangan antara menjaga lingkungan dengan melakukan pengelolaan sampah sebaik-baiknya dari hulu hingga ilir.
Selain itu, Pj Walikota Prabumulih, Elman,ST.MM berencana akan memperbaiki infrastruktur dan peralatan serta merombak sistem pengolahan sampah di TPA Sungai Medang. Ia juga berencana akan menghidupkan kembali Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) sebagai upaya sementara dalam mengatasi penumpukan sampah.
Selain perbaikan infrastruktur, Elman juga menyatakan niatnya untuk menambah armada mobil pengangkut sampah.
Dia mengakui bahwa armada yang ada saat ini sudah uzur dan kurang memadai.”Harus kita adakan, karena mobil sampah sudah lama, akan kami rapatkan untuk membahas anggarannya,” ujar Elman.
Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman ( Perkim ) menyiapkan lahan seluas 8,5 Hektar sebagai Tempat Pembuatan Akhir ( TPA) di wilayah Sungai Medang, Cambai.

Saat ini TPA Sungai Medang masih mampu menampung sekitar 80 Ton sampah plastik dan organik yang datang setiap hari .
Kepala Dinas Perkim Kota Prabumulih, Maiduty Fitriansyah ST didampingi ,Kabid penyehatan Lingkungan Permukiman, Muslim menjelaskan saat ini pihak nya terus bekerja maksimal untuk mengurangi sampah yang akan dikirim ke TPA.
“Ya Alhamdulillah saat masih tertangani jika tidak musim penghujan, karena ada jalan rusak menuju TPA ,” urainya.
Setiap Pukul 6.30 Pagi , sebanyak 209 petugas mulai bergerak melakukan rutinitas di pos masing-masing..dari mulai menyapu jalan , di pasar hingga menyentuh titik-titik fasilitas umum seperti di Taman.
“18 Armada mobil pengangkut sampah meskipun kondisinya tua hilir mudik mengangkut sampah untuk di bawa Ke TPA, ” terangnya.
Sementara kepala Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Kota Prabumulih, Ir Dwi Koryani didampingi Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 , Iwan Musmareri ST menyebut sesungguhnya pengelolaan sampah harus di mulai dari sumbernya yakni, masyarakat. Semakin banyak masyarakat dan komunitas yang tahu jika sampah bernilai ekonomis itu semakin bagus untuk menjawab persoalan sampah ke depan.
“Tugas kita Salah satunya mendorong masyarakat untuk lebih peduli sampah dengan pengelolaan sampah lebih bernilai,” imbuhnya.
Dilanjutkannya, sejauh ini masyarakat yang mau mengelolah sampah secara mandiri sekaligus menjadi binaan DLH Prabumulih sebanyak 38 unit, bahkan lokasinya ada yang diluar Prabumulih yakni di Air Keruh dan Gunung Raja.

Lurah Karang Raja Leliana Santika juga menambahkan “Kita masyarakat karang raja tentunya ikut andil dalam penanganan permasalahan sampah ini setiap minggu kita selalu upayakan untuk melalukan gotong-royong terutama pada aliran sungai kelekar”. (ADV)







